31 C
Indonesia
Thursday, October 29, 2020
Bk8 Taruhan Bola Online Terpercaya Dan Resmi Di Indonesia, Malaysia, Thailand Dan Vietnam
Home Detik News Ini Penjelasan Polisi Terkait Video Viral Petugas Medis Evakuasi Penumpang Bus yang...

Ini Penjelasan Polisi Terkait Video Viral Petugas Medis Evakuasi Penumpang Bus yang Meninggal

Beredar di media sosial sebuah video evakuasi seorang penumpang bus yang meninggal dunia.

Dalam video berdurasi singkat itu terlihat beberapa petugas medis mengevakuasi penumpang yang meninggal.

Video evakuasi penumpang meninggal dunia itu beredar di media sosial sejak Minggu (22/3/2020) kemarin.

Sejumlah petugas medis itu tampak mengenakan alat pelindung diri (APD) berupa masker dan lain sebagainya.

Video tersebut pun sontak diperbincangkan pengguna media sosial.

Terlebih saat ini Indonesia tengah dilanda pandemi virus corona atau Covid-19.

Tak sedikit yang bertanya-tanya terkait penyebab meninggalnya penumpang tersebut.

Viralnya video evakuasi penumpang bus yang meninggal itu pun membuat pihak kepolisian turun tangan.

Dilansir dari Kompas.com, kejadian itu terjadi di kilometer 102 Tol Cipali, Subang, Jawa Barat.

Bus tersebut merupakan bus jurusan Kuningan-Bekasi.

Kapolres Subang, AKBP Teddy Fanani membenarkan adanya penumpang bus yang meninggal dunia.

Teddy pun mengungkapkan penyebab meninggalnya penumpang bus tersebut.

Dijelaskannya bahwa penumpang bus itu meninggal dunia bukan karena terinfeksi virus corona.

Penumpang bus tersebut, lanjut dia, meninggal dunia akibat sakit maag kronis.

“Itu bukan karena corona, berdasarkan pemeriksaan dokter karena maag kronis,” kata Teddy saat dihubungi, Senin (23/3/2020).

Saat itu, ada penumpang yang berada di sebelah korban melaporkan ke sopir tentang kondisi korban.

Korban sudah dalam keadaan tak sadarkan diri saat bus berhenti di rest area.

Selanjutnya, sopir melanjutkan perjalanan ke RSUDP Ciereng Subang untuk mengantar penumpang yang sudah tak sadarkan diri itu.

“Oleh sopir, yang bersangkutan diantarkan menggunakan Bus ke RSUD Ciereng Subang, karena lokasinya paling dekat,” ucap Teddy.

Setibanya di RSUD Ciereng Subang, petugas medis pun langsung mengevakuasi penumpang yang tak sadarkan diri itu.

Petugas medis mengenakan APD lengkap saat mengevakuasi penumpang itu.

“Nah, oleh orang yang merekam video, dikira karena corona,” ungkapnya.

Teddy tak menampik jika video viral tersebut sempat membuat masyarakat khawatir.

“Itu termasuk hoaks. Bisa diproses itu,” ujar Teddy.

Kejadian hampir serupa juga terjadi di dalam KRL

Beberapa wakatu lalu Media sosial kembali dihebohkan video viral seorang penumpang KRL diduga terpapar virus corona.

Seperti diwartakan TribunJakarta.com, VP Corporate Communication PT KCI, Anne Purba menegaskan, peristiwa yang beredar dalam video tersebut yakni di dalam kereta rel listrik (KRL) nomor 1576, relasi stasiun Angke menuju Bogor.

Penumpang tersebut, kata Anne, sedang mengalami sakit maag atau lambung.

“Penumpang tersebut bukan kena corona, tapi sakit maag,” kata Anne, saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Kamis (19/3/2020).

Anne menegaskan, kejadian itu terjadi pada Selasa, 17 Maret 2020, di stasiun Pondok Cina.

“Kejadiannya dua hari lalu, Selasa (17/3/2020). Petugas yang di lokasi segera membantu dan langsung dibawa ke pos kesehatan stasiun,” jelas Anne.

“Habis itu, dia (penumpang) membaik dan dapat melanjutkan perjalanannya,” lanjut Anne.

Beberapa hari lalu media sosial juga dihebohkan dengan video seorang penumpang kereta rel listrik (KRL) diduga terpapar virus corona (Covid-19).

Dalam video tersebut, menunjukkan seorang penumpang KRL tampak lemas dan dibantu petugas setempat, di stasiun Duren Kalibata.

Anne Purba juga angkat bicara ihwal video viral tersebut.

Anne mengatakan, video viral tersebut tiada hubungannya dengan penyebaran virus corona.

Anne menegaskan, penumpang tersebut sedang lemas di dalam KRL Nomor 1364 tujuan Bogor – Jatinegara.

“Petugas KCI di stasiun Duren Kalibata menolong penumpang KRL yang lemas di dalam KRL nomor 1364 relasi Bogor -Jantinegara,” kata Anne, saat dikonfirmasi, Rabu (18/3/2020).

Anne menyebut, insiden ini terjadi pada Sabtu (14/3/2020), pukul 11.40 WIB.

“Saat berhenti di stasiun tersebut pada Sabtu (14/3) sekitar pukul 11.40 WIB,” ujarnya.

Petugas setempat, lanjutnya, sedang berada di peron 1 stasiun Duren Kalibata, pun langsung menandu seusai mendapat laporan dari pengguna jasa lainnya.

“Ada yang minta tolong, petugas keamanan langsung bawa tandu,” ucap Anne.

Anne melanjutkan, petugas keamanan tersebut segera membawa penumpang lemas itu menuju satu di antara ruangan, pada stasiun Duren Kalibata.

“Ya setelah itu, kondisi penumpang yang lemas sudah membaik dan lanjut naik KRL lagi,” ujarnya.

Akibat hal ini, Anne mengimbau kepada seluruh masyarakat agar bijak menggunakan media sosial.

“Stop sebar kepanikan dengan menyebarkan video atau gambar di stasiun atau KRL,” imbau Anne.

- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular

7meter Link Alternatif | Link 7meter Mobile | 7meter Judi Bola

>> Link Alternatif 7meter << >> Rekomendasi kami: BK8 ( Welcome Bonus Sampai 10 Juta Rp )...

Daftar Skybola188 Judi Slot Online, Judi Bola Terbaik Indonesia

Skybola188 hadir di Indonesia sebagai salah satu situs judi slot online, judi bola terbaik dengan izin resmi dari pemegang lisensi game online...

Bola88 | Link Alternatif Bola88 Terbaru | Login Bola88 Mobile

>> Link Alternatif Bola88 << >> Login Bola88 Mobile << >> Rekomendasi kami:...

Cristiano Ronaldo Dikabarkan Positif Corona

DetikBolaAsia - Cristiano Ronaldo positif COVID-19 saat membela Timnas Portugal. Manchester United diklaim ikut merasakan dampak dari kondisi mantan pemainnya itu. Kok bisa?