31 C
Indonesia
Friday, August 14, 2020
Bk8 Taruhan Bola Online Terpercaya Dan Resmi Di Indonesia, Malaysia, Thailand Dan Vietnam
Home Detik News 10 Mitos Virus Corona yang Tak Perlu Lagi Dipercaya

10 Mitos Virus Corona yang Tak Perlu Lagi Dipercaya

Jakarta – Selama pandemi Corona COVID-19 banyak berita yang berkembang di tengah masyarakat. Sebagian di antaranya mengandung kebenaran, sebagian lagi tak lebih dari sekadar mitos belaka.

Berikut 10 mitos virus Corona yang berkembang di tengah masyarakat, seperti dikutip dari Medical News Today:

1. Penyemprotan disinfektan dapat membunuh virus dalam tubuh

Penyemprotan disinfektan ke tubuh ternyata dapat membahayakan kulit. Disinfektan pada umumnya terbuat dari dasar kimia berbahaya, yang berfungsi untuk membasmi bakteri dari permukaan barang atau tempat bukan untuk kulit.

2. Hanya orang dewasa yang berisiko terinfeksi

Virus Corona COVID-19 dapat menginfeksi semua orang di segala usia. Meskipun orang tua memiliki risiko lebih serius apabila terinfeksi terutama bagi orang yang mempunyai penyakit bawaan atau komorbid.

3. Anak-anak tidak dapat terinfeksi virus Corona

Semua kelompok umur dapat terinfeksi virus Corona. Walaupun sebagian besar kasus terjadi pada orang dewasa, namun ini tak menutup kemungkinan bahwa anak-anak juga bisa tertular. Banyak kasus yang membuktikan bahwa anak-anak tidak kebal.

4. Masker wajah melindungi dari virus Corona

Masker tidak sepenuhnya melindungi diri dari virus Corona. Melainkan hanya memblokir partikel virus kecil. Masker memiliki fungsi membantu mencegah penyebaran droplet ke wajah terutama hidung dan mulut.

5. Antibiotik membunuh virus Corona

Antibiotik dikabarkan dapat membunuh virus. Nyatanya antibiotik hanya membunuh bakteri, bukan untuk membunuh virus.

6. Bawang putih memperlambat pertumbuhan virus

Tidak ada bukti penelitian yang menyatakan bawang putih dapat melindungi orang dari COVID-19. Nyatanya, Beberapa penelitian menunjukan bahwa bawang putih dapat memperlambat pertumbuhan beberapa spesies bakteri.

7. Kucing dan anjing menularkan virus Corona

Virus Corona COVID-19 pada dasarnya menyebar dari manusia ke manusia. Sampai saat ini belum ada bukti yang menunjukan kucing dan anjing dapat menularkan virus Corona ke manusia.

8. Pengering tangan membunuh virus Corona

Pengering tangan tidak membunuh virus Corona. Cara terbaik untuk melindungi diri dari virus ini adalah dengan mencuci tangan dengan air dan sabun sesering mungkin.

9. Mencegah virus Corona dengan berkumur pemutih

Tidak ada anjuran yang mengatakan berkumur pemutih dapat bermanfaat bagi kesehatan. Pemutih bersifat korosif yang dapat menyebabkan kerusakan.

10. Termometer dapat mendiagnosis virus Corona

Termometer hanya untuk mendeteksi suhu badan seseorang. yang dapat dikaitkan dengan seseorang menderita demam, salah satu gejala virus Corona. Namun, keadaan sekarang tidak terlalu efektif karena banyaknya orang yang terinfeksi virus Corona tanpa gejala.

- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular

Liverpool Sukses Mendatangkan Bek Asal Yunani Kostas Tsimikas

DetikBolaAsia.com - Liverpool akhirnya sukses mendatangkan bek asal Yunani yang bermain untuk Olympiakos bernama Kostas Tsimikas. Kepastian tersebut diumumkan langsung oleh...

Premier League Sepakat Kembali Batasi 3 Pergantian Pemain

DetikBolaAsia.com - Klub-klub Premier League sepakat kembali membatasi jumlah pergantian pemain sebanyak tiga slot saja untuk kompetisi musim 2020/2021. Musim baru Liga Inggris rencananya digulirkan mulai...

Joe Bryan Bawa Fulham Kembali Ke Liga Inggris

DetikBolaAsia.com - Joe Bryan sukses membawa Fulham kembali promosi ke Premier League alias Liga Inggris setelah satu tahun terdampar di Divisi Championship (divisi dua Inggris), berkat kemenangan 2-1 atas Brentford dalam...

DJ Joana Mengenakan Pakaian Ketat Gym Sambil Menduduki Sebuah Bola Fitnes Yang Besar

DetikBolaAsia - DJ Joana. Wanita bernama lengkap Putri Joanita ini merupakan adik dari seorang DJ ternama di Indonesia, yakni DJ Maharanie.